1. MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran adalah semua rentetan presentasi materi yang terdiri dari semua faktor mulai dari pra, sedang dan pasca pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik. Dengan berbagai instrumen yang dipakai secara tidak langsung maupun langsung dalam aktivitas belajar mengajar
(dikutip dari:
dari sekian banyak model pembelajaran kami menggunakan model pembelajaran kombinasi menyesuaikan kebutuhan, berbagai model pembelajaran kami gunakan untuk memahamkan peserta belajar. Model pembelajaran yang pasti kami gunakan setiap harinya antara lain PBL ( problem based learning) Resume pembelajaran PBL ini menurut J. Duch (1994) adalah instruksi kepada siswa untuk selalu belajar ( dikutip dari :https://www.tripven.com/problem-based-learning/) dan TGT ( teams games tournament ) menurut Slavin memberi pengertian bahwa TGT adalah turnamen akademik yang menggunakan sarana kuis untuk mengakumulasi nilai dalam perkembangan siswa ( dikutip dari :https://www.tripven.com/pembelajaran-tgt/).
2. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pengertiannya sendiri adalah sebuah visi dan pola pikir seorang pendidik pada aktivitas belajar yang mana visi tersebut dipakai untuk membuat lingkungan belajar yang ideal sesuai dengan apa yang diinginkan pendidik.Lingkungan ideal tersebut diharapkan mampu membuat kompetensi dasar bisa diraih dan proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik.Pendekatan pembelajaran itu sendiri memiliki dua klasifikasi umum, yakni
a. Student centered approach yang berarti pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (siswa).
b. Teacher centered approach yang berarti pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (guru).
Karena karakter klasifikasi ini umum, sehingga pada pendekatan pembelajaran terkandung beberapa hal, yaitu membimbing, mencipta, memberdayakan dan hal tersebut merupakan dasar dari model pembelajaran yang terdiri dari berbagai teori.
pendekatan yang kami lakukan menyesuaikan, antara lain:
A. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah pendekatan pembelajaran dengan inisiatif guru untuk bisa mengembangkan belajar yang bisa dihubungkan dengan kondisi di lingkungan sehari-hari siswa.
B. Pendekatan deduktif adalah aktivitas berpikir menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah dan selanjutnya membuat kesimpulan.
C. Pendekatan Induktif merupakan hasil kesimpulan dari aktivitas berpikir dari elemen dengan karakter khusus.Lebih sederhananya proses induktif bila dideskripsikan dengan kata-kata adalah pengambilan suatu kesimpulan yang berasal dari elemen umum ke elemen khusus. Dalam penelitian aktivitas induktif berarti melakukan pengamatan selanjutnya mengambil kesimpulan dari pengamatan.Aktivitas pembelajaran menggunakan pendekatan induktif berarti guru harus menyediakan contoh yang khusus atau spesifik yang selanjutnya bisa disimpulkan kedalam suatu fakta, aturan atau hukum.
D. PENDEKATAN KONSEP , Pada Pendekatan ini siswa dibimbing untuk bisa memahami suatu konsep secara mendalam agar siswa terhindar dari miskonsepsi atau kekeliruan konsep.
E. PENDEKATAN PROSES Adalah aktivitas pembelajaran yang berfokus kepada siswa untuk bisa menjiwai sebuah proses pembangunan dan penemuan konsep yang bisa menjadi landasan bagus untuk keterampilan proses.
F. open-ended (soal terbuka) adalah masalah atau soal yang dirancang yang bisa memiliki banyak jawaban yang benar. Pada aktivitasnya pendekatan open-ended memiliki misi utama yakni menekankan siswa agar tahu proses jawaban bisa didapat.
G. PENDEKATAN SAINTIFIK Merupakan aktivitas belajar yang disiapkan agar siswa bisa dengan aktif membangun sebuah keterampilan, pengetahuan dengan cara observasi, bertanya, bernalar, mengumpulkan data, meneliti dan menyimpulkan.Pendekatan (ilmiah) tidak selalu bisa diterapkan dalam berbagai materi atau kondisi karena pada prosesnya pendekatan ini harus terdapat nilai dan sifat yang telah tersusun matang.
H. pendekatan Realistik berawal setelah siswa mengatasi masalah yang sudah ada. Dengan mengatasi masalah, siswa akan terbangun untuk bisa mengatasi berbagai masalah. Hal tersebut merupakan awal dari pendekatan realistik atau RME (Realistic Mathematic Education)RME merupakan pendekatan yang berfokus pada hal yang nyata atau realistis untuk siswa. Pada pendekatan ini siswa akan mengimplementasikan beberapa aktivitas yang dipusatkan pada keterampilan proses, diskusi dan kerjasama. Lebih bagus lagi bila siswa bisa membuat argumen dengan siswa lain yang bermanfaat untuk meningkatkan belajar mandiri.Ketika pendekatan realistik dilaksanakan guru akan menjadi pembimbing. Dan siswa akan melakukan belajar secara mandiri dan aktif agar bisa berdiskusi dan menggolongkan jawaban yang benar serta bisa memahami berbagai sudut pandang siswa lain.Sumber yang bisa didapat dari pendekatan realistik adalah masalah di kehidupan nyata siswa sehingga konstruksi konsep dan implementasi bisa berjalan dengan baik.
I. Pendekatan Sains, Teknologi dan MasyarakatPendekatan yang disingkat menjadi STM in adalah kombinasi dari keterampilan proses, pendekatan konsep, inquiry, pendekatan lingkungan dan discovery. Misi dari pendekatan ini adalah siswa bisa mempunyai sebuah pengetahuan yang mumpuni yang bertujuan agar mereka bisa menentukan setiap keputusan dengan tepat ketika terjadi masalah yang ada pada masyarakat yang ada di lingkungannya.STM memiliki landasan filosofi yang sama dengan pendekatan konstruktivisme yakni siswa bisa merangkai setiap konsep yang ada di dalam sistem kognitifnya beradasarkan ilmu pengetahuan yang telah dikuasainya( dikutip dari :https://www.tripven.com/pendekatan-pembelajaran/).
3. METODE PEMBELAJARANmetode pembelajarn yang kami lakukan menyesuaikan kebutuhan, antara lain:
A. Metode pengajaran dengan cara berceramah atau menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Metode ini merupakan metode yang paling praktis dan ekonomis, tidak membutuhkan banyak alat bantu. Metode ini mampu digunakan untuk mengatasi kelangkaan literatur atau sumber rujukan informasi karena daya beli siswa yang diluar jangkauan.
B. Metode diskusi merupakan metode pengajaran yang erat hubungannya dengan belajar pemecahan masalah.
C. Metode demonstrasi digunakan pada pengajaran dengan proses yaitu menggunakan benda atau bahan ajar pada saat pengajaran. Bahan ajar akan memberikan pandangan secara nyata terhadap apa yang akan dipelajari, bisa juga melalui bentuk praktikum.
D. Metode ceramah plus yaitu sistem pengajaran dengan menggunakan ceramah lisan dan disertai metode lainnya. Metode mengajar ini menggunakan lebih dari satu metode. Misalnya:
- Metode ceramah plus tanya jawab: Metode ini secara ideal disertai dengan penyampaian materi dari guru, pemberian peluang pada siswa untuk bertanya apa yang tidak dimengerti, dan pemberian tugas di akhir pengajaran.
- Metode ceramah plus diskusi dan tugas: Metode ini dilakukan dengan memberikan materi secara lisan kemudian disertai dengan diskusi dan pemberian tugas di akhir sesi.
- Metode ceramah plus demonstrasikan dan latihan: Metode ini merupakan gabungan dari penyampaian materi dengan memperagakan atau latihan atau percobaan.
E. Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar dengan memanfaatkan lingkungan, lokasi, atau tempat- tempat yang memiliki sumber pengetahuan bagi siswa. Metode mengajar ini dilakukan dengan pendampingan oleh guru ataupun orang tua jika usianya masih terlalu muda. Pendampingan dilakukan untuk menunjukkan sumber pengetahuan yang perlu dipahami oleh siswa. Metode karya wisata ini bisa dilakukan di tempat tempat sejarah, di alam, atau lainnya.
F. Metode latihan keterampilan ini merupakan metode mengajar dengan melatih keterampilan siswa atau soft skill dengan cara membuat, merancang, atau memanfaatkan sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar